BERAWAL DARI BISMILLAH

TERTATIH

Merasa terhempas

Merasa hina dan kotor

Merasa tak pantas mengharap bermimpi indahnya surga-Mu

Merasa tak pantas meminta belas kasih dan mengutarakan harapan dalam sujudku

Memang diri ini tetap melakukan semua kewajiban dan melaksanakan ibadah yang memang menjadi kebutuhan

Memang diri ini tetap sadar tentang batasan-batasan diri dan hati

Memang diri ini tetap bertahan dengan indahnya gemerlap dunia

Memang diri ini tetap berusaha menjaga hidayah yang  telah diberikan Rabb

Namun, diri ini sadar

Diri ini sering sekali membuat-Nya cemburu

Diri ini sering menduakan-Nya

Diri ini sering mengenyapingkan kekhusyukan jika sedang menghadapnya

Diri ini sering memecah pikiran-pikiran dengan khayalan-khayalan tabu

Diri ini sering kalah dan takluk pada bisikan-bisikan syahwat

Diri ini masih sering takut dan ragu pada takdir-takdirNya

Diri ini masih sering dan bahkan selalu lupa akan nikmat-nikmat yang sampai sekarang masih melimpah

Diri ini sering kufur

Diri ini sering futur

Diri ini sering terhempas

Istiqomah,

Satu kata yang sangat mudah di tulis

Satu kata yang sangat mudah di ucapkan

Satu kata yang sering di dengar

Dan satu kata yang sangat sulit diperjuangkan

Merasa sendiri dan butuh penguat hati

Merasa lemas dan lunglai saat diri ini sadar dengan tumpukan dosa selama ini

Merasa takut tak bisa menjaga hidayah yang telah didapat

Merasa takut tak bisa mencapai puncak keistiqomahan

Merasa takut tak bisa menikmati buah keimanan

Merasa takut diperbudak nafsu

Merasa takut… dan takut

Jalan memang tak selamanya lurus dan mulus

Berharap hempasan ini

Berharap Kau selalu menjagaku

Berharap Kau tak pernah muak dengan rintihan dan permohonan ampun makhlukMu ini

 

Rintihan kehinaan dan butuhnya vitamin keimanan suplemen penguat iman dan penguat hati menuju keistiqomahan.  L

 

“8 maret 2012”

May 26th, 2012 at 3:39 pm


Comments are closed.